peletak dasar pertama sistem merkantilisme di inggris adalah
JP. Coen adalah gubernur jenderal yang ambisius untuk menguasai berbagai wilayah di Indonesia. Ia juga dapat dikatakan sebagai peletak dasar penjajahan VOC di Indonesia. Disertai dengan sikap congkak dan tindakan yang kejam, J.P. Coen berusaha meningkatkan eksploitasi kekayaan bumi Nusantara untuk keuntungan pribadi dan negerinya.
ByAdmin Materi Posted on June 29, 2022. Artikel pembahasan soal Sejarah Kelas 11 (XI) tingkat SMA/MA/STM/SMK, soal PG atau Essay, tahun kurikulum 2020-2021, semester 1 - 2, berikut kunci jawaban nya. Materi Sejarah ,,, Secara etimologis, sejarah adalah berasal dari bahasa Arab, yaitu Shajarah - Syajaratun, tetapi sejarah dengan bahasa yang
Kamupasti sering banget mendengar atau melihat kata sistem ekonomi merkantilisme, baik itu di dunia nyata maupun dunia maya seperti di sosial media facebook, twitter, instagram atau aplikasi berbasis chat lainnya seperti Whatsapp, BBM, Line dan lain sebagainya. Arti kata sistem ekonomi merkantilisme dalam Kamus Indonesia-Inggris adalah
Larutankapur yang mengendap dan menempel di langit-langit goa akan membentuk stalagtit dan bila mengendap dan menempel di dasar goa akan membentuk stalagmite (Gambar 1.11) Kadang-kadang dalam goa
1 Adam Smith. Adam Smith-lah tokoh sentral dalam mazhab ini. Pemikiran-pemikiran tentang masalah-masalah ekonomi dituangkannya dalam karyanya yang berjudul "An Inquiry into the Nautre and Causes of the Wealth of Nations". Dasar falsafah adalah bahwa tata susunan masyarakat agar didasarkan atas hokum alam yang secara wajar berlaku dalam dunia
Site De Rencontre 100 Pour 100 Gratuit Je Contacte Com. Negara-negara maju dan berkembang sangat menjaga neraca perdagangan agar tidak terjadi minus, salah satunya adalah dengan mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan porsi ekspor. Adakalanya untuk menyeimbangkan kesehatan ekonomi, beragam paham ekonomi diterapkan agar keuangan negara mencapai level aman. Salah satu paham ekonomi yang pernah dipakai oleh berbagai negara di dunia adalah paham merkantilisme. Apa ini? Jika mengacu pada pengertiannya, paham atau teori merkantilisme mengasumsikan kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh suatu negara, serta besarnya volume perdagangan internasional yang dilakukan negara tersebut. Pada dasarnya Merkantilisme adalah nama dari sebuah sistem ekonomi yang digunakan di abad ke-16 hingga abad ke-18. Sistem ini yang bermakna dagang telah membuat negara-negara di Eropa terpicu untuk mengumpulkan dan mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya demi meningkatkan kesejahteraan dan kekuasaan negaranya. Teori Merkantilisme ini sangat populer karena sebagian besar kerajaan melarang koloninya untuk berdagang dengan koloni kerajaan lain. Gerakan Merkantilisme berkembang dengan sangat kuat dalam mempengaruhi kehidupan politik dan ekonomi di negara-negara barat seperti Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis. Negara kolonial saling berlomba untuk mendapatkan dan mengumpulkan logam mulia untuk berbagai kepentingan seperti industri, ekspor maupun impor. Bahkan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, negara yang menganut paham merkantilisme akan melakukan berbagai macam cara baik itu dengan memonopili, menaikan bea masuk ngdan penjajahan atas negara dengan sumber daya yang melimpah. Maka tidak heran, negara-negara seperti Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis yang mempelopori teori ekonomi ini, menjadi pemain dalam era penjajahan dan peperangan antar bangsa hingga berabad-abad kemudian. Baca juga Perkembangan Paham-Paham Besar di Dunia Adapun paham zero-sum yang dianut oleh negara-negara Merkantilisme bermakna akhir dari sesuatu hal adalah nol. Dimana, jika ada dua pihak yang bertikai atau berperang, maka pihak yang menang akan mendapatkan nilai +1 dan yang kalah mendapatkan nilai -1, hal ini berarti satu pihak yang menang akan mendapatkan keuntungan berlimpah dan yang kalah akan mendapatkan kerugian. Tokoh Merkantilisme Merkantilisme yang dianut oleh negara-negara Eropa tidak lepas dari gagasan para politisi dan ekonom negara mereka sendiri. Dimana, ada beberapa nama tokoh yang merubah sudut pandang dari pemerintahan negaranya, tokoh-tokoh tersebut antara lain Jean Bodin, adalah seorang imuwan berbangsa Prancis yang dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis menyajikan tentang teori uang dan harga. Thomas Mun, seorang saudagar kaya yang berasal dari Inggris yang banyak menulis masalah perdagangan di luar negeri. Menurutnya, untuk meningkatkan kekayaan negara cara yang biasa dilakukan adalah lewat perdagangan pedoman yang dilakukan adalah nilai ekspor ke luar negeri harus lebih besar dibandingkan dengan yang di impor oleh negara itu. Jean Baptis Colbert, adalah Menteri Utama di bidang ekonomi dan keuangan dalam pemerintahan Raja Louis XIV di Prancis. Tujuan kebijakan yang dibuat Colbert lebih diarahkan pada kekuasaan dan kejayaan negara dari pada untuk meningkatkan kekayaan orang per orang. Sir William Petty, seorang pengajar di Oxford University dan banyak menulis tentang ekonomi politik. Ia menganggap penting arti bekerja dari sumber daya tanah, karena baginya bukan jumlah hari kerja yang menentukan suatu barang melainkan biaya yang diperlukan agar para pekerja tersebut dapat tetap bekerja. Dampak Merkantilisme Dengan berkembangnya teori ekonomi Merkantilisme di Eropa ini maka membawa pengaruh yang besar terhadap peradaban manusia sampai saat ini. Dimana, berkembangnya kapitalisme, penggunaan uang sebagai alat tukar, bursa efek atau pasar modal dan perdagangan surat berharga atau obligasi, serta perusahaan asuransi dan bank terlahir di era Merkantilisme. Begitupun dengan Indonesia, sebagai salah satu negara yang pernah terjajah oleh negara Eropa Indonesia merasakan dampak dari Merkantilisme ini. Hal ini lantaran Belanda dengan VOC nya mempengaruhi perekonomian dan sosial di Indonesia. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsKelas 11MerkantilismePaham MerkantilismePengertian MerkantilismeSejarah IPS
Bagaimana perkembangan merkantilisme di Inggris? Jawab Merkantilisme di Inggris dimulai pada zaman pemerintahan Raja Henry VII sampai pada zaman Ratu Elisabeth. Pelaksanaan merkantilisme di Inggris ditandai dengan kenaikan pajak untuk memajukan pelayaran. Pada masa pemerintahan Ratu Elisabeth I, Inggris mendirikan organisasi dagang East India Company EIC pada tanggal 31 Januari 1599. EIC mendapat hak istimewa yaitu hak monopoli perdagangan serta hak menguasai wilayah di India, Kanada, dan Amerika Utara. Merkantilisme di Inggris mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Ratu Elisabeth I dengan tokoh merkantilisme Perdana Menteri Oliver Cromwell 1958–1603. Untuk melaksanakan merkantilisme tersebut Perdana Menteri Oliver Cromwell melakukan beberapa tindakan sebagai berikut. Melindungi perikanan dengan cara melarang rakyat memakan daging pada hari-hari tertentu dan menggantinya dengan ikan. Melindungi peternakan dan industri wol melalui Undang-Undang Peci, yaitu setiap pria berusia di atas enam tahun harus mengenakan peci dari wol. Mengeluarkan undang-undang pelayaran yang disebut Act of Navigation. - Jangan lupa komentar & sarannya Email nanangnurulhidayat
O Mercantilismo foi o conjunto de ideias e práticas econômicas, desenvolvidas na Europa no séc. XV, durante a Idade o mercantilismo, a fonte de riqueza de uma nação se baseava no comércio com o mercado exterior e no acúmulo de metais características do MercantilismoO mercantilismo apresentou alguns elementos comuns nos diferentes países em que foi aplicado. VejamosControle estatal da economiaOs reis, com o apoio da burguesia mercantil, foram assumindo o controle da economia nacional, visando fortalecer ainda mais o poder central e obter os recursos necessários para expandir o forma, o controle estatal da economia tornou-se a base do comercial favorávelConsistia na ideia de que a riqueza de uma nação estava associada a sua capacidade de exportar mais do que que as exportações superassem sempre as importações superávit, era necessário que o Estado se ocupasse com o aumento da produção e na busca de mercados externos para a venda dos seus governos, interessados numa rápida acumulação de capital, estabeleceram monopólio sobre as atividades mercantis e manufatureiras, tanto na metrópole como nas do monopólio, o Estado concedia à burguesia, através das Companhias de Comércio, o direito de explorar o comércio de pessoas escravizadas, a venda de produtos agrícolas, burguesia, favorecida pela concessão exclusiva, comprava pelo preço mais baixo o que os colonos produziam e vendiam pelo preço mais alto tudo o que os colonos necessitavam. Dessa forma, a economia colonial funcionava como um complemento da economia da significa proteger o mercado interno de um do aumento das tarifas alfandegárias, que elevava os preços dos produtos importados, os governos garantiam o mercado interno para os produtores protecionismo também ocorria através da proibição de se exportar matérias-primas que favorecessem o crescimento industrial do país mercantilistas defendiam a ideia de que a riqueza de um país era medida pela quantidade de ouro e prata que isso, houve a busca por regiões na América onde fosse possível extrair estes metais também MetalismoFases do MercantilismoAo longo de três séculos, os pensadores mercantilistas foram mudando sua opinião a respeito do que faria a riqueza de uma nação. Por isso, identificamos duas fases das práticas mercantilistasMercantilismo metalista, séc. XVINo século XVI, vigorava o mercantilismo metalista. A Espanha é o melhor exemplo desta fase, pois enriqueceu com o ouro e a prata, explorados no continente americano, mas como não desenvolveu a agricultura e a indústria, passou a importar produtos pagos com ouro e as importações superavam as exportações déficit, a economia espanhola no século XVII, entrou numa crise que durou um longo comercial, séc. XVIPortugal foi o país que demonstrou maior flexibilidade na aplicação do mercantilismo. No século XVI, com a descoberta do caminho marítimo para as Índias, pois em prática o mercantilismo comercial, comprando e revendendo mercadorias do a exploração das terras americanas, se tornou o pioneiro do mercantilismo de plantagem, baseado na produção de açúcar destinada ao mercado século XVIII, com o ouro de Minas Gerais, praticou o mercantilismo industrial, séc. XVIINa França, o mercantilismo estava voltado para o desenvolvimento de manufaturas de luxo para atender a nobreza e o mercado espanhol. Da mesma forma, procurou expandir suas companhias de comércio, bem como a construção política econômica ficou conhecida como mercantilismo industrial ou colbertismo, referência ao ministro Colbert, quem mais a do MercantilismoO mercantilismo começou a surgir na Baixa Idade Média X a XV, época em que teve início o processo de formação das monarquias foi somente na Idade Moderna XV a XVIII que ele se firmou como política econômica nacional e atingiu o seu passo que as monarquias europeias foram se firmando como Estados modernos, os reis recebiam o apoio da burguesia comercial, que buscava a expansão do comércio para fora das fronteiras do disso, o Estado lhe concedia o monopólio das atividades mercantis e defendia o comércio nacional e colonial da interferência de grupos maisLiberalismo EconômicoAdam SmithCapitalismoQuestões sobre AbsolutismoProtecionismoLiberalismo Bacharelada e Licenciada em História, pela PUC-RJ. Especialista em Relações Internacionais, pelo Unilasalle-RJ. Mestre em História da América Latina e União Europeia pela Universidade de Alcalá, Espanha.
PembahasanMerkantilisme berasal dari kata merchant dalam bahasa Inggris yang berarti pedagang. Merkantilisme adalah sistem politik ekonomi untuk menyatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu bangsa dengan pemerintah. Tujuannya penerapan merkantilisme adalah mengumpulkan cadangan emas, memperoleh neraca perdagangan yang baik, mengembangkan pertanian dan industri, serta memegang monopoli atas perdagangan luar negeri. Merkantilisme berkembang di Eropa Barat sejak abad ke-15 yang mengakibatkan pusat-pusat perdagangan di kawasan Timur Tengah bergeser ke Eropa Barat. Kota-kota pelabuhan di Inggris, Spanyol dan Portugis berkembang menjadi kota dan pusat perdagangan penting. Hal ini kemudian mendorong setiap negara untuk memperkuat angkatan perang baik dalam maupun luar berasal dari kata merchant dalam bahasa Inggris yang berarti pedagang. Merkantilisme adalah sistem politik ekonomi untuk menyatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu bangsa dengan pemerintah. Tujuannya penerapan merkantilisme adalah mengumpulkan cadangan emas, memperoleh neraca perdagangan yang baik, mengembangkan pertanian dan industri, serta memegang monopoli atas perdagangan luar negeri. Merkantilisme berkembang di Eropa Barat sejak abad ke-15 yang mengakibatkan pusat-pusat perdagangan di kawasan Timur Tengah bergeser ke Eropa Barat. Kota-kota pelabuhan di Inggris, Spanyol dan Portugis berkembang menjadi kota dan pusat perdagangan penting. Hal ini kemudian mendorong setiap negara untuk memperkuat angkatan perang baik dalam maupun luar negeri.
Apa Itu Merkantilisme? Pengertian Merkantilisme adalah teori ekonomi yang menekankan swasembada melalui neraca perdagangan yang menguntungkan. Kebijakan merkantilis berfokus pada akumulasi kekayaan dan sumber daya sambil menjaga keseimbangan perdagangan yang positif dengan negara lain. Dengan memaksimalkan ekspor dan meminimalkan impor, merkantilisme juga dipandang sebagai bentuk proteksionisme ekonomi. Merkantilisme didasarkan pada prinsip bahwa kekayaan dunia itu statis, dan akibatnya, banyak negara Eropa berusaha mengumpulkan bagian terbesar dari kekayaan itu dengan memaksimalkan ekspor mereka dan dengan membatasi impor mereka melalui tarif. Ada pula yang berpandangan bahwa Merkantilisme adalah teori ekonomi yang menganjurkan peraturan pemerintah tentang perdagangan internasional untuk menghasilkan kekayaan dan memperkuat kekuatan nasional. Pedagang dan pemerintah bekerja sama untuk mengurangi defisit perdagangan dan menciptakan surplus. Merkantilisme sebagai bentuk nasionalisme ekonomi, mendanai pertumbuhan korporasi, militer, dan nasional. Merkantilisme mendukung kebijakan perdagangan yang melindungi industri dalam negeri. Baca juga Pengertian Perdagangan Internasional. Pengertian Merkantilisme di Beberapa Situs Populer Nah, setelah kita mengetahui pemahaman sederhana tentang definisi merkantilisme diatas, ada baiknya juga kita membaca referensi yang berasal dari para ahli, berikut penjelasannya Investopedia [Link] Merkantilisme adalah sistem perdagangan ekonomi yang membentang dari abad ke-16 hingga abad ke-18. Merkantilisme didasarkan pada gagasan bahwa kekayaan dan kekuasaan suatu negara paling baik dilayani dengan meningkatkan ekspor dan dengan demikian melibatkan peningkatan perdagangan. Wikipedia Bahasa Indonesia Merkantilisme adalah praktik dan teori ekonomi, yang dominan di Eropa abad 16 ke abad ke-18, yang dipromosikan lewat peraturan ekonomi pemerintahan suatu negara untuk tujuan menambah kekuasaan negara dengan mengorbankan kekuatan nasional saingannya. [Link] Merkantilisme adalah nasionalisme ekonomi dengan tujuan membangun negara yang kaya dan berkuasa. [Link] Merkantilisme adalah teori ekonomi yang menganjurkan peraturan pemerintah tentang perdagangan internasional untuk menghasilkan kekayaan dan memperkuat kekuatan nasional. Pedagang dan pemerintah bekerja sama untuk mengurangi defisit perdagangan dan menciptakan surplus. Secara harfiah, merkantilisme berasal dari bahasa inggris merchant yang berarti pedagang. Dalam sistem merkantilisme, negara berusaha untuk mengoptimalkan aktifitas perdagangan dalam rangka mendapatkan keuntungan yang melimpah. Merkantilisme merupakan sistem ekonomi yang bertujuan untuk melakukan aktifitas ekspor sebanyak mungkin demi mendapatkan emas atau logam mulia. Baca juga Pengertian Pelaku Ekonomi. Sejarah Merkantilisme Berasal di Eropa abad ke-16, merkantilisme dimulai dengan munculnya negara-bangsa. Teori ekonomi yang dominan adalah bahwa pasokan kekayaan global terbatas, dan menjadi kepentingan terbaik negara untuk mengakumulasi sebanyak mungkin. Selama waktu itu, kekayaan diukur dengan jumlah perak dan emas suatu negara. Untuk mengakumulasi lebih banyak kekayaan, negara-negara Eropa, seperti Inggris dan Prancis, akan fokus pada memaksimalkan ekspor mereka dan meminimalkan impor, yang menghasilkan keseimbangan perdagangan yang menguntungkan. Untuk negara-negara dengan neraca perdagangan negatif dengan negara merkantilis, selisihnya akan dibayarkan kembali dengan perak atau emas. Untuk menjaga keseimbangan perdagangan yang menguntungkan, negara-negara merkantilis awal akan memberlakukan kebijakan imperialis dengan mendirikan koloni di negara-negara yang lebih kecil. Tujuannya adalah mengekstraksi bahan mentah untuk dikirim kembali ke negara asalnya, di mana bahan itu akan dimurnikan menjadi barang-barang manufaktur. Barang-barang itu kemudian akan dijual kembali ke koloni, memungkinkan negara-negara merkantilis awal untuk mengumpulkan kekayaan melalui neraca perdagangan yang positif. Pertama kali dipopulerkan di Eropa pada tahun 1500-an, merkantilisme didasarkan pada gagasan bahwa kekayaan dan kekuasaan suatu negara paling baik dilayani dengan meningkatkan ekspor, dalam upaya mengumpulkan logam mulia seperti emas dan perak. Merkantilisme menggantikan sistem ekonomi feodal di Eropa Barat. Pada saat itu, Inggris adalah episentrum Kerajaan Inggris tetapi memiliki sumber daya alam yang relatif sedikit. Untuk menumbuhkan kekayaannya, Inggris memperkenalkan kebijakan fiskal yang mencegah penjajah membeli produk luar negeri, sambil menciptakan insentif untuk hanya membeli barang-barang Inggris. Misalnya, Undang-Undang Gula tahun 1764 menaikkan bea atas gula rafinasi asing dan molase yang diimpor oleh koloni, dalam upaya untuk memberi para petani gula Inggris di Hindia Barat monopoli pasar kolonial. Demikian pula, Undang-Undang Navigasi 1651 melarang kapal asing berdagang di sepanjang pantai Inggris dan mengharuskan ekspor kolonial terlebih dahulu melewati kendali Inggris sebelum didistribusikan kembali ke seluruh Eropa. Program seperti ini menghasilkan keseimbangan perdagangan yang menguntungkan yang meningkatkan kekayaan nasional Inggris Raya. Di bawah merkantilisme, negara-negara sering menggunakan kekuatan militer mereka untuk memastikan pasar lokal dan sumber pasokan dilindungi, untuk mendukung gagasan bahwa kesehatan ekonomi suatu negara sangat bergantung pada pasokan modalnya. Para merkantilis juga percaya bahwa kesehatan ekonomi suatu negara dapat dinilai dari tingkat kepemilikan logam mulia, seperti emas atau perak, yang cenderung meningkat dengan peningkatan pembangunan rumah baru, peningkatan hasil pertanian, dan armada pedagang yang kuat untuk menyediakan pasar tambahan dengan barang-barang dan bahan baku. Merkantilisme Kolonial Inggris Koloni Inggris tunduk pada efek langsung dan tidak langsung dari kebijakan merkantilis di dalam negeri. Berikut beberapa contohnya Produksi dan perdagangan terkendali Merkantilisme menyebabkan penerapan pembatasan perdagangan yang sangat besar, yang menghambat pertumbuhan dan kebebasan bisnis kolonial. Perluasan perdagangan budak Perdagangan menjadi triangulasi antara Kerajaan Inggris, koloninya, dan pasar luar negeri, mendorong perkembangan perdagangan budak di banyak koloni, termasuk Amerika. Koloni menyediakan rum, kapas, dan produk lain yang diminta oleh imperialis Afrika. Pada gilirannya, budak dikembalikan ke Amerika atau Hindia Barat dan diperdagangkan untuk gula dan molase. Inflasi dan perpajakan Pemerintah Inggris menuntut agar perdagangan dilakukan menggunakan emas dan perak batangan, selalu mencari keseimbangan perdagangan yang positif. Koloni sering kali memiliki sisa emas yang tidak mencukupi untuk beredar di pasar mereka, jadi mereka mengeluarkan mata uang kertas sebagai gantinya. Salah urus mata uang cetak mengakibatkan periode inflasi. Selain itu, karena Inggris Raya berada dalam keadaan perang yang hampir konstan, pajak yang berat diperlukan untuk menopang angkatan darat dan angkatan lautnya. Kombinasi pajak dan inflasi menyebabkan ketidakpuasan kolonial yang besar. Demokrasi dan perdagangan bebas menghancurkan merkantilisme di akhir 1700-an. Revolusi Amerika dan Prancis meresmikan negara-negara besar yang diperintah oleh demokrasi. Mereka mendukung kapitalisme. Adam Smith mengakhiri merkantilisme dengan publikasi “The Wealth of Nations” pada 1776. Ia berargumen bahwa perdagangan luar negeri memperkuat perekonomian kedua negara. Setiap negara mengkhususkan diri pada apa yang menghasilkan terbaik, memberinya keunggulan komparatif. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah yang mendahulukan bisnis dari rakyatnya tidak akan bertahan lama. Kapitalisme laissez-faire Smith bertepatan dengan kebangkitan demokrasi di Amerika Serikat dan Eropa. Pada 1791, merkantilisme runtuh, tetapi perdagangan bebas belum berkembang. Sebagian besar negara masih mengatur perdagangan bebas untuk meningkatkan pertumbuhan domestik. Menteri Keuangan AS Alexander Hamilton adalah pendukung merkantilisme. Dia menganjurkan subsidi pemerintah untuk melindungi industri bayi yang diperlukan untuk kepentingan nasional. Industri membutuhkan dukungan pemerintah sampai mereka cukup kuat untuk mempertahankan diri. Hamilton juga mengusulkan tarif untuk mengurangi persaingan di wilayah tersebut. Fasisme dan totalitarianisme mengadopsi merkantilisme pada 1930-an dan 1940-an. Setelah jatuhnya pasar saham pada 1929, negara-negara menggunakan proteksionisme untuk menyelamatkan pekerjaan. Mereka bereaksi terhadap Depresi Hebat dengan tarif. Undang-undang Smoot-Hawley tahun 1930 menaikkan tarif hingga 60% pada 900 impor. Ketika negara lain membalas, perdagangan global turun 65 persen, memperpanjang depresi. Berlawanan dengan kepercayaan yang sudah mapan, para ulama menyadari bahwa kekayaan tidak terbatas, tetapi dapat diciptakan melalui alokasi tenaga kerja yang produktif. Kebijakan merkantilis juga gagal memperhitungkan manfaat perdagangan, seperti keunggulan komparatif dan skala ekonomi. Ketika negara-negara mengkhususkan diri dalam produksi barang yang mereka nikmati keuntungan komparatifnya, perdagangan dapat menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Realisasi tersebut mengakibatkan munculnya ekonomi pasar, di mana harga dan alat produksi digerakkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Di bawah sistem merkantilis, pembatasan impor berarti konsumen memperoleh akses ke lebih sedikit barang dengan harga lebih tinggi. Di bawah sistem perdagangan bebas, konsumen mendapatkan keuntungan dari harga yang lebih rendah karena meningkatnya persaingan dan akses yang lebih besar ke barang dari seluruh dunia. Baca juga Peran Rumah tangga Konsumen. Tokoh Merkantilisme Beberapa tokoh yang memiliki peran besar dalam mempopulerkan merkantilisme adalah sebagai berikut Jean Bodin 1530 – 1596 Seorang ilmuwan Prancis, orang pertama yg secara sistematis menyajikan teori tentang uang & harga. Menurut Boudin, bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan naiknya harga-harga. Berdasarkan teori Boudin inilah Irving Fisher mengembangkan teori Kuantitas Uang. Thomas Mun 1571 – 1641 Seorang saudagar kaya dari Inggris menulis tentang manfaat perdagangan luar negeri. Dalam buku-buku yang ditulisnya memuat tentang manfaat perdagangan luar negeri, sebagaimana yang dikutip dari aslinya oleh Edmund Whittaker 1960 dari bukunya yang kedua. Mun menulis the ordinary means therefore to encreas our wealth and treasure is by foreign trade, wherein we must ever observe this rule; to sell more to strangers yearly than we consume of theirs in value…because that part of stock which is not returned to us in wares must necessarily be brought home in treasure. Jean Babtis Colbert 1619 – 1683 Merupakan seorang pejabat Perancis yaitu menteri utama dibidang ekonomi & keuangan dlm pemerintahan Raja Louis xvi. Pada masa ini perdagangan dianggap sumber utama kemakmuran, konsekuensinya, kedudukan kaum saudagar semakin penting. Terjadi aliansi antara saudagar & penguasa. Kaum saudagar memperkuat & mendukung kedudukan penguasa. Penguasapun memberi bantuan & perlindungan berupa monopoli, proteksi, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya. Sir William Petty 1623 – 1687 Seorang pengajar di Oxford University dan banyak menulis tentang politik. Petty menganggap penting arti bekerja labor jauh lebih penting dari sumber daya tanah. Bukan jumlah hari kerja yang menentukan nilai suatu barang, melainkan biaya yang diperlukan untuk menjaga agar para pekerja tersebut dapat tetap bekerja. Bagaimana pula pendapatnya tentaang uang ? Menurut Petty, uang diperlukan dalam jumlah secukupnya, tetapi lebih atau kurang dari yang diperlukan bisa mendatangkan kemudharatan. Dalam kalimatnya sendiri “money is fat the body-politick, where of too much doth as often hinder its agility, as too little makes sick!†David Hume 1711-1776 Dikenal sebagai seorang filsuf daripada pakar ekonomi. Tapi kontribusinya terhadap dunia ekonomi cukup besar. Hal ini disebabkan karena Hume dan Smith sering mendiskusikan tentang pandangan-pandangannya bersama-sama. Hume menulis buku of the balance of trade, membicarakan tentang harga-harga yg sebagian dipengaruhi oleh jumlah barang dan sebagian lagi ditentukan oleh jumlah uang. Teori Merkantilisme Sebagai teori ekonomi, merkantilisme mengandalkan intervensi pemerintah untuk mengatur perdagangan internasional dan melindungi industri dalam negeri. Kebijakan merkantilis melibatkan perlindungan perusahaan domestik melalui peraturan dan promosi surplus perdagangan. Dalam konteks perdagangan internasional, neraca perdagangan yang menguntungkan dicapai melalui peraturan pemerintah, seperti tarif dan pembatasan impor. Di sisi domestik, kebijakan merkantilis mendukung industri dalam negeri dengan melakukan monopoli dan mengalokasikan modal untuk mendorong pertumbuhan. Kebijakan semacam itu adalah bentuk proteksionisme ekonomi yang dimaksudkan untuk mendorong swasembada dan bertentangan langsung dengan ekonomi perdagangan dan globalisasi pasar bebas. Seperti dilansir dalam buku Perdagangan Internasional 2018 karya Wahono Diphayana, kaum merkantilisme menilai kesejahteraan dengan emas dan perak atau logam mulia. Dalam buku Langkah Awal Memahami Hukum Perdagangan Internasional 2019 karya Venatia Sri Hadirianti, disampaikan bahwa teori merkantilisme satu-satunya cara bagi suatu negara untuk menjadi kaya dan kuat adalah dengan melindungi perekonomian negaranya dan melakukan ekspor lebih besar daripada impor. Surplus ekspor yang dihasilkan berupa logam mulia, khususnya emas dan perak. Menurut teori ini, tujuan utama melakukan perdagangan internasional adalah untuk memperoleh tambahan logam mulia. [sumber] Dampak Merkantilisme di Indonesia Dilansir dari laman Merkantilisme memberikan dampak yang luar biasa bagi Indonesia. Sekitar abad ke-16 hingga 18 Masehi, banyak pedagang-pedagang Eropa yang melakukan hubungan perdagangan dengan masyarakat Indonesia. Indonesia merupakan penghasil komoditas rempah-rempah yang sangat dicari di pasar Internasional. Pada buku Sejarah Perekonomian Indonesia 2009 karya Leirissa dkk, merkantilisme mendorong adanya kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia. Sekitar abad ke-17 Masehi mulai muncul kongsi-kongsi dagang seperti VOC kongsi dagang Belanda dan EIC kongsi dagang Inggris di Indonesia. Kehadiran kongsi dagang Eropa di Indonesia bertujuan untuk menguasai dan memonopoli perdagangan di kawasan kepulauan Nusantara melalui jalur peperangan dan politik. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan beberapa poin diantaranya Pengertian merkantilisme Merkantilisme adalah sistem perdagangan ekonomi yang membentang dari abad ke-16 hingga abad ke-18, didasarkan pada gagasan bahwa kekayaan dan kekuasaan suatu negara paling baik dilayani dengan meningkatkan ekspor. Sejarah merkantilisme Berasal di Eropa abad ke-16, merkantilisme dimulai dengan munculnya negara-bangsa. Pertama kali dipopulerkan di Eropa pada tahun 1500-an, merkantilisme didasarkan pada gagasan bahwa kekayaan dan kekuasaan suatu negara paling baik dilayani dengan meningkatkan ekspor, dalam upaya mengumpulkan logam mulia seperti emas dan perak. Tokoh Merkantilisme Jean Bodin 1530 – 1596, Thomas Mun 1571 – 1641, Jean Babtis Colbert 1619 – 1683, Sir William Petty 1623 – 1687, David Hume 1711-1776. Teori merkantilisme Sebagai teori ekonomi, merkantilisme mengandalkan intervensi pemerintah untuk mengatur perdagangan internasional dan melindungi industri dalam negeri. Kebijakan merkantilis melibatkan perlindungan perusahaan domestik melalui peraturan dan promosi surplus perdagangan. Dampak di Indonesia Sekitar abad ke-16 hingga 18 Masehi, banyak pedagang-pedagang Eropa yang melakukan hubungan perdagangan dengan masyarakat Indonesia. Sekitar abad ke-17 Masehi mulai muncul kongsi-kongsi dagang seperti VOC kongsi dagang Belanda dan EIC kongsi dagang Inggris di Indonesia. Kehadiran kongsi dagang Eropa di Indonesia bertujuan untuk menguasai dan memonopoli perdagangan di kawasan kepulauan Nusantara melalui jalur peperangan dan politik. Demikianlah pembahasan kita tentang Merkantilisme, seperti yang kita tahu bahwa sistem ekonomi ini sebagai sejarah yang layak untuk dikenang. Adakah tokoh masa kini yang cenderung ke arah ini? tentu saja. Namun tidak dapat berkembang seperti dulu karena masing-masing negara sudah memiliki sistem ekonomi yang dianggap paling tepat.
peletak dasar pertama sistem merkantilisme di inggris adalah